rlena, dalam, kepentingan, duniawi., Kebobrokan, keimanan, seorang, muslim, yang, selalu, diturunkan, pada, generasi, –, generasi, berikutnya, membuat, kondisi, umat, sekarang, berada, dalam, titik, terendah, dalam, sejarah, yang, ditandai, dengan, munculnya, pemerintah, yang, dzholim,, orang, kaya, yang, kikir,, orang, miskin, yang, tidak, punya, harga, diri, (dengan, meminta, –, minta),, ilmu, yang, digunakan, dengan, bathil,, dan, kesengsaraan, lain, yang, kita, alami, sampai, saat, ini.
Tinjauan, sejarah, memberikan, kesimpulan, yang, sangat, jelas,, tingkat, keimanan, pada, Allah, SWT, memberikan, suatu, kekuatan, dan, pandangan, hidup, untuk, membangun, sebuah, peradaban, manusia, yang, berkualitas, yang, pernah, dialami, pada, masa, kekhalifahan, dulu., Untuk, itu,, masing, –, masing, dari, kita, seharusnya, memiliki, PR, yaitu, bagaimana, mengembalikan, kondisi, dunia, ini, menjadi, dunia, yang, ideal, yaitu, kebalikan, dari, yang, disebut, di, atas, yaitu, datangnya, penguasa, yang, adil,, rakyat, yang, taat,, orang, kaya, yang, dermawan,, orang, miskin, yang, menjaga, harga, dirinya,, dan, orang, cerdas, yang, membina, masyarakat., Semua, itu, insyaAllah, bisa, dicapai, dengan, membangun, keimanan, masing, –, masing, dengan, cara, belajar, memperbanyak, pemahaman, , dan, menurunkannya, kepada, generasi, berikutnya, dan, senantiasa, menjaga, jiwa, dengan, bersih, dan, penuh, keikhlasan., Keimanan, adalah, suatu, yang, indah, dan, membuat, kita, mempertahankan, keindahan, tersebut, sehingga, mampu, menjalankan, syariat, tanpa, merasakan, bahwa, syariat, itu, adalah, suatu, paksaan.
Semoga, bermanfaat.
Lelucon, tentang, Ta\'arufDapat, dari, milis, eramuslim.
Aktifis, jaman, kini
Seorang, ikhwan, yang, kuliah, di, semester, akhir, berazzam, untuk, menyempurnakan, separuh, dien-nya., Sebagaimana, biasa,, beliau, pun, menghubungi, ustadnya, dan, memulai, proses, dari, awal, sampai, akhirnya, tiba, saatnya, untuk, taaruf,, yaitu, dipertemukan, dengan, calonnya., Tibalah, hari, dan, jam, yang, telah, ditentukan,, dengan, semangat
seorang, aktivis,, beliau, datang, tepat, waktu, di, sebuah, tempat, yang, telah, di, janjikan, ustad., Taaruf, pun, dimulai,, sang, akhi, duduk, disebelah, murobby,, sementara, agak, jauh, di, depannya, sang, akhwat, di, temani, murobbiyahnya, dengan, posisi, duduk, menyamping, menjauhi, sudut, pandangan, si, ikhwan., Setelah, sekian, lama, berlalu, tak, ada, pembicaraan,, sang, murobby, berbisik, pelan, pada, mad\'unya, yang, malu-malu, ini,
\"Gimana, akhi,, sudah, lihat, akhwatnya, belum,, sudah, mantap, apa, belum, ?\"
\"Sudah, Ustad,, saya, mantap, sekali, ustad,, akhwatnya, yang, sebelah, kiri, itu, khan?\"
Murobbynya, kaget,, wajahnya, berubah, agak, kemerahan., \", Eh..gimana, antum, !, yang, itu, istri, saya, !\"
Kriteria, (, 1, )
Seorang, Akhi, muda, yang, baru, lulus, S-2, di, luar, negeri, ditanya, oleh, ustadnya, mengenai, kriteria, akhwat, yang, diinginkannya., Maka, dengan, segala, idealisme, sebagai, seorang, Ikhwan,, mulailah, ia, mencari-cari, kriteria, dan, menuliskan, hampir, lebih, dari, sepuluh, kriteria,, kemudian, menyerahkan, pada, ustadnya, tersebut.
Kriterianya, sangat, bermacam-macam, dan, agak, mengada-ada., Dari, yang, pertama, dia, harus, seorang, akhwat,, cantik,, pendidikan, tinggi,, Suku, Sunda,, berkacamata,, lulus, dengan, cumlaude,, hafal, sekian, juz., dan, demikian, seterusnya., Setelah, diproses, oleh, sang, ustad,, akhirnya, ia, diberitahu, bahwa, tidak, ada, akhwat, yang, bisa, sesuai, dengan, 10, syarat, tesebut., Kemudian, sang, Ikhwan, mengurangi, kriterianya, menjadi, 9,, setelah, diproses, sekian, minggu, ternyata, hasilnya, nihil., Kemudian, sang, ikhwan, mengurangi, satu, lagi, dari, kriterianya, menjadi, delapan., Dan, setelah, ditunggu, sekian, lama, hasilnya, tetap, nihil, karena, terlau, ideal, kata, ustadnya., Dan, demikian
seterusnya, setiap, kali, gagal, sang, ikhwan, mengurangi, satu, kriteria., Sampai, setelah, lewat, lebih, dari, dua, tahun, sang
Ikhwan, akhirnya, menemukan, pasangan, hidupnya.Tapi, itupun, setelah, kriterianya, tinggal, satu!
Kriteria, (, 2, )
Seorang, Akhi, ditanya, sang, Murobby, tentang, kriteria, seorang, akhwat, yang, diinginkannya., Setelah, beberapa, saat, berpikir,, sang, Akhi, menjawab, dengan, malu-malu,
\"Yang, pertama, Ustad,, dia, harus, seorang, yang, cukup, cantik.\"
\"Astaghfirullah, Akhi,, bukannya, Rasulullah, menyuruh, kita, untuk, mengutamakan, agamanya, dulu, ?, \"
\"Yang, itu, sih, bukan, masalah, ustad, ?, \"
\"Bukan, masalah, bagaimana, akhi,, ada, hadist, nya, lho, ..\"
\"Khan, yang, namanya, akhwat, pasti, berjilbab, gede,, berarti, semuanya, kita, anggap, sudah, punya, pemahaman, agama, yang, cukup, baik,, sekarang, tinggal, kriteria, selanjutnya, yaitu, yang, cantik, \"
\", Antum, bisa, aja, cari, alasan, !\"
Kriteria, (3)
Lagi-lagi, seorang, Ikhwah, diinterogarsi, oleh, murobbinya, tentang, calon, akhwat, yang, diinginkannya., Ikhwan, yang, satu, ini, tampaknya, sudah, kena, blacklist, sama, murobbinya, karena, selalu, menola
25 Oktober 2009 00:32:45
Apa yang membuat kita yang sebelumnya malas sholat lima waktu kini menjadi rajin ? Apa yang membuat kita yang sebelumnya tidak pernah bersedekah kini menjadi rajin untuk bersedekah ? Apa yang membuat kita yang sebelumnya tidak pernah shalat malam kini menjadi rajin ? Pasti ada sesuatu yang mendorong kita untuk dapat menjadi seperti itu. Ada satu sumber energi yang dapat menggerakkan tubuh manusia untuk berbuat dan mempertahankan sesuatu yang benar. ...
17 kali dibaca
| Komentar(0)
| 0 File attachment